Stabat, pa-stabat.net (19/02)
Abû Al-Qasim Al-Naqsabandî dalam kitab syarah Al-Asmâ’u al-Husnâ menjelaskan beberapa pengertian dari kata doa:
Pertama, do’a dalam pengertian “Ibadah.” Seperti dalam Al-Quran surah Yûnûs ayat 106. Artinya: “Dan janganlah kamu beribadah, kepada selain Allah, yaitu kepada sesuatu yang tidak dapat mendatangkan manfaat kepada engkau dan tidak pula mendatangkan madarat kepada engkau.” Maksud kata berdo’a di atas adalah ber-”ibadah” (menyembah). Yaitu jangan menyembah selain daripada Allah.
Kedua, doa dalam pengertian “Istighatsah” (memohon bantuan dan pertolongan). Seperti dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 23 dibawah ini. وَادْعُواْ شُهَدَاءكُم
Artinya: “Dan berdo’alah kamu (mintalah bantuan) kepada orang-orang yang dapat membantumu.” Maksud kata ber-”doa” (wad’u) dalam ayat ini, adalah “Istighatsah” (meminta bantuan, atau pertolongan).
Doa adalah kepercayaan yang sangan tegus, serta harapan yang sangat dalam bahwa Allah akan menjauhkan segala halangan-halangan yang akan menghalangi tercapainya apa yang dimaksudkan. Orang yang berdoa adalah oaring yang mmemohon sesuatu yang ia hajati serta berhasrat benar untuk memperolehnya. Demikian oleh Prof DR.TM.Hasbi Ashshiddiqy, Pedoman Zikir dan doa, hal 99.
Pada garis besarnya doa yang dikabulkan itu ada dua bentuk yaitu terkabul secara langsung di dunia ini dan yang kabulnya ditangguhkan apakah itu beberapa saat yang akan datang ketika di dunia atau nanti di akhirat.
Sebagai contoh untuk bentuk yang pertama seperti setiap keluar luar rumah hendak pergi bekerja selalu berdoa kepada Allah mohon keselamatan pergi dan pulang sambil membaca bismillahi tawakkaltu ‘alallahi walaa hawula walaa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘aziim. Dan senyatanya kita pergi sampai ke kantor dalam keadaan selamat dan sampai kembali ke rumah juga dalam keadaan selamat. Berarti doa kita itu makbul secara langsung. Namun sangat disayangkan sepertinya kita tidak menyadari bahwa keselamatan kita itu berkat kekuatan doa kita ketia keluar rumah tersebut.
Sedangkan contoh untuk bentuk kedua seperti ia berdoa mohon dipanjangkan umurnya. Padahal berapa lama umurnya sudah di takdirkan dan tidak akan dirubah lagi. Tapi berkat kekuatan do’a mohon panjar umurnya maka umur penuh keberkahan, dalam keadaan beramal shaleh, bermanfaat bagi orang lain serta anak-anaknya jadi anak yang shalih, setelah berpuluh tahun ia meninggalkan dunia ia tetap dikenang oleh orang-orang seolah-olah ia masih hidup.
Ada sebuah kisah tentang kekuatan do’a Kisah nyata, terjadi di Pakistan.
Seorang Dr Ahli Bedah terkenal (Dr. Ishan) tergesa-gesa menuju airport. Beliau berencana akan menghadiri Seminar Dunia dalam bidang kedokteran, yang akan membahas penemuan terbesarnya di bidang kedokteran.
Setelah perjalanan pesawat sekitar 1 jam, tiba-tibs diumumkan bahwa pesawat mengalami gangguan dan harus mendarat di airport terdekat.
Beliau mendatangi ruangan penerangan dan berkata: Saya ini dokter special, tiap menit nyawa manusia bergantung ke saya, dan sekarang kalian meminta saya menunggu pesawat diperbaiki dalam 16 jam?
Pegawai menjawab: Wahai dokter, jika anda terburu-buru anda bisa menyewa mobil, tujuan anda tidak jauh lagi dari sini, kira-kira dengan mobil 3 jam tiba.
Dr. Ishan setuju dengan usul pegawai tersebut dan menyewa mobil. Baru berjalan 5 menit, tiba-tiba cuaca mendung, disusul dengan hujan besar disertai petir yang mengakibatkan jarak pandang sangat pendek.
Setelah berlalu hampir 2 jam, mereka tersadar mereka tersesat dan terasa kelelahan. Terlihat
sebuah rumah kecil tidak jauh dari hadapannya, dihampirilah rumah tersebut dan mengetuk pintunya. Terdengar suara seorang wanita tua: Silahkan masuk, siapa ya? Terbukalah pintunya.
Dia masuk dan meminta kepada ibu tersebut untuk istirahat duduk dan mau meminjam telponnya. Ibu itu tersenyum dan berkata: Telpon apa Nak? Apa anda tidak sadar ada dimana? Disini tidak ada listrik, apalagi telepon. Namun demikian, masuklah silahkan duduk saja dulu istirahat, sebentar saya buatkan teh dan sedikit makanan utk menyegarkan dan mengembalikan kekuatan anda.
Dr. Ishan mengucapkan terima kasih kepada ibu itu, lalu memakan hidangan. Sementara ibu itu sholat dan berdoa serta perlahan-lahan mendekati seorang anak kecil yang terbaring tak bergerak diatas kasur disisi ibu tersebut, dan dia terlihat gelisah diantara tiap sholat. Ibu tersebut melanjutkan sholatnya dengan do'a yang panjang.
Dokter mendatanginya dan berkata: Demi Allah, anda telah membuat saya kagum dengan keramahan anda dan kemuliaan akhlak anda, semoga Allah menjawab do'a-do'a anda.
Berkata ibu itu: Nak, anda ini adalah ibnu sabil yang sudah diwasiatkan Allah untuk dibantu. Sedangkan do'a-do'a saya sudah dijawab Allah semuanya, kecuali satu.
Bertanya Dr. Ishan: Apa itu do'anya?
Ibu itu berkata: Anak ini adalah cucu saya, dia yatim piatu. Dia menderita sakit yang tidak bisa disembuhkan oleh dokter-dokter yang ada disini. Mereka berkata kepada saya ada seorang dokter ahli bedah yang akan mampu menyembuhkannya; katanya namanya Dr. Ishan, akan tetapi dia tinggal jauh dari sini, yang tidak memungkinkan saya membawa anak ini ke sana, dan saya khawatir terjadi apa-apa di jalan. Makanya saya berdo'a kepada Allah agar memudahkannya.
Menangislah Dr. Ishan dan berkata sambil terisak: Allahu Akbar, Laa haula wala quwwata illa billah. Demi Allah, sungguh do'a ibu telah membuat pesawat rusak dan harus diperbaiki lama serta membuat hujan petir dan menyesatkan kami, Hanya untuk mengantarkan saya ke rumah ibu secara cepat dan tepat. Saya lah Dr. Ishan Bu, sungguh Allah swt telah menciptakan sebab seperti ini kepada hambaNya yang mu’min dengan do'a. Ini adalah perintah Allah kepada saya untuk mengobati anak ini. Oleh karena itu jangan pernah berhenti untuk berdoa.
Demikian ikhtisar bintal Pengadilan Agama Stabat pada hari Rabu tanggal 28 Jumadil Awal 1439 H/ 14 Februari 2018 oleh Khairuddin, S.Hi, semoga bermanfaat.
